Khanduri Laot
Oleh Novia Liza
SENIN, 3 Maret 2008. Sepeda motor yang saya tumpangi melaju pelan melewati acara khanduri laot di desa Lampageu, kecamatan Peukan Bada. Genangan air masih terlihat di aspal, membuat jalan licin.
“Singgah,” ujar beberapa warga yang berlindung di bawah tenda, sambil melambaikan tangan mereka.
Seorang lelaki mendatangi kami yang berhenti tiga meter dari tempat [...]
Archive for the ‘Culture and History’ Category
Khanduri Laot
Posted in Culture and History on April 2, 2008 | 3 Comments »
Alam Peudeung
Posted in Culture and History on March 5, 2008 | Leave a Comment »
Alam Peudeung
Oleh Novia Liza
“INI dia Alam Peudeung kita,” kata Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA), Rusdi Sufi. Ia menunjukkan sebuah ilustrasi bendera berwarna merah dengan lambang bulan bintang dan pedang on jok, pedang khas Aceh yang berbentuk daun aren yang terletak melintang di bawah lambang bulan bintang itu.
Dalam bahasa [...]
Tak Ada Lagi Barongsai
Posted in Culture and History on February 18, 2008 | Leave a Comment »
Tak Ada Lagi Barongsai
Oleh Novia Liza
VIHARA Dharma Bhakti tampak berbeda pagi itu. Tempat yang biasa terlihat sepi itu dipenuhi banyak warga Aceh keturunan Tionghoa.Lampion merah telah dipasang. Wadah dupa berukuran raksasa dengan bentuk kepala naga dipajang berjejer di depan pintu masuk vihara. Asap tebal membubung dari pembakaran dupa, beraroma khas dan mencipta debu yang bertebaran [...]
No Document, No History
Posted in Culture and History on February 8, 2008 | 3 Comments »
“O’ GOD, Ik ben getroven (Oh Tuhan aku telah kena),” seru Mayor Jenderal J.H.R Kohler ketika peluru seorang penembak jitu Aceh menembus dadanya.
Kohler menghembuskan napas terakhirnya tepat di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 14 April 1873. Ia tak menyangka kematian menjemputnya secepat itu, hanya berselang beberapa hari sejak pendaratannya di Aceh.
Pohon geulumpang atau [...]