Wanita bertubuh semampai ini sangat tertarik dengan dunia fotografi. Berbekal kamera SLR Manual pemberian ayahnya 4 tahun yang lalu, dia mulai mengembangkan hobbynya yang terbilang mahal dibandingkan “jatah hariannya”. Cepretan demi cepretan pun terdengar. Dari foto close up teman hingga sabung ayam masuk bidikannya.
Wanita yang bernaung di bawah bintang Scorpio ini menyakini pengalaman adalah guru yang berharga dalam proses pembelajaran fhotografi. Beban Dua kilo bermerek Fujika selalu di bawanya, tak terkecuali di ruangan kuliah. Hmmmmmmm…wanita yang lahir di Sigli 6 November 1984 tersebut terlalu larut dalam hobby barunya. Mengingatkan kepada anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru dari ortunya.
Hobby tersebut ditinggalkannya tepat di pengakhiran 2004. Musibah tsunami tak hanya merampas kameranya, Namun juga merampas “Sang pemberi kamera” yang selama ini menjadi panutannya.
Pascatsunami jurusan komunikasi dan penyiaran islam, IAIN Ar-raniry yang dipilihnya mulai banyak mendapatkan bantuan. Satu persatu dosen yang berprofesi wartawan baik dari luar dan dalam negeri membantu proses belajar di kampusnya.
Perkenalannya dengan dunia Jurnalistik di mulai saat dia mengikut training jurnalistik World bank yang mengantarkannya menjadi contributor di media tersebut. Meski dengan niat setengah hati dan penuh keterpaksaan dia mulai menulis di media yang terbit dwi minguan tersebut.
Rasa cintanya kepada dunia jurnalistik mulai terbangun sejak dia bertemu dengan seorang wartawan National Geografik, David Case yang saat itu menjadi konsultan ceuremen. Pertemuan demi pertemuan dengan orang hebat lainnya seperti Sofie, Dave, Jody, Linda Christanty dan Andreas Harsono-Pantau yang penuh kesabaran menuntunnya menjadi jurnalist, baik secara formal di ruang kuliah maupun diluar ruang, mengukuhkannya untuk bertahan di dunia tulis menulis.
Wanita yang kerap disapa Novi ini senang mengoleksi buku-buku berwarna hitam dan merah. “jangan tanya saya sudah baca apa belum bukunya,” jawab dia jika ditanya apa saja isi buku koleksinya.
Dia mengatakan, dalam memilih buku bukan hanya warna saja yang menjadi tumpuannya, namun judul, pengarang dan isi buku juga masuk dalam daftar pertimbanganya. Masa kecil Novi yang akrab dengan buku koleksi ayahnya membuat dia senang buku pergerakan dan sosial. Namun sayang, hobby membaca ayahnya tidak menurun dalam dirinya.
menikmati kopi robusta di kedai kopi adalah kesenangan wanita yang bernama lengkap Novia Liza ini. Dia punya cara jitu untuk menghilangkan masalahnya dengan makan coklat di tempat tidur sambil memutar musik keras.
Wanita pemilik mata tajam ini memiliki kebiasaan buruk menghilangkan kunci. Tak heran jika dia sering mendatangi tukang kunci atau mendobrak kamarnya karena kehilangan kunci.
Gyahuahauhauahua… jadi ingat rumah. Pantesan ya, pintu jadi jebol-jebol begitu?
Wah orang Aceh ternyata, salam kenal ya….
ada kurang satu hobbynya, waktu chating dengan ku, V pernah bilang memiliki hobby unik, yaitu doyan nabrak orang dengan sepeda motornya, katanya sih biar bisa tercatat di MURI, sebagai penabrak orang terbanyak